Ersylan

Efek farmakodinamik yang dimiliki:

dextromethorphan hbr atau (+) -3-methoxy-n-methylmorphinan hydrobromidum, adalah obat sintetis yang bersifat antitusif dengan efek menenangkan batuk. khasiatnya ekivalen dengan obat antitusif golongan opiat. zat ini unggul atas obat-obat opiat karena efek sampingnya jauh lebih ringan, seperti :

  • tidak menimbulkan adiksi/habituasi (ketagihan).
  • efek narkotik sangat minimal (termasuk “non-narcotic drug”).
  • meskipun dalam dosis tinggi, dextromethorphanum praktis tidak menyebabkan konstipasi. berbeda dengan obat antitusif dari jenis
    morfin.
  • tidak menyebabkan efek anti-diuretik dan tidak menghalangi pernafasan.

ammonium chloride yang diberikan bersama-sama sodium citrate termasuk golongan ekspektoran, yang dapat mempertinggi sekresi di dalam saluran pernafasan, hingga lendir kental yang didalamnya menjadi encer. akibat dari pengenceran ini, lendir dengan mudah dapat dikeluarkan tanpa menimbulkan rasa sakit pada tenggorokan.

chlorpheniramine maleate adalah suatu antihistaminyang kuat.

ephedrine hci adalah suatu alkaloida yang mempunyai efek terhadap pusat pernafasan. dalam pengobatan penyakit asma berfungsi untuk menenangkan/melemaskan otot-otot bronki.

 

 

 

komposisi

tlap 5 ml mengandung :
dextromethorphan hbr 7,5 mg
chlorpheniramine maleate 0,5 mg
ammonium chloride 30 mg
sodium citrate 60 mg
ephedrine hci 3 mg

 

indikasi

dengan adanya kombinasi dari empat macam obat :
dextromethorphan hbr sebagai pengganti codeine
ekspektoran
antihistamin

 

dosis

anak-anak :
1 – 5 tahun :
3 kali sehari 1 sendok @ 5 ml
6 -12 tahun :
3 kali sehari 2 sendok @ 5 ml

di atas 12 tahun dan dewasa :
4 – 6 kali sehari 2 sendok @ 5 ml
dosis hendaknya disesuaikan
dengan kondisi penderita atau
menurut petunjuk dokter.

 

Author: admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *